Posted in Job, Random, Traveling

Takengon!

20170805_080130
satu-satunya kenang-kenangan di Takengon. Foto Danau Lut Tawar saya jepret dari kaca hotel tempat saya menginap.

Walaupun ke Takengonnya cuma 1 setengah hari dan sempet nginap hanya-dan-hanya 1 malam saja, saya tetap happy kok. Karena Kota Takengon adalah salah satu kota di Aceh yang ingin saya kunjungi, selain Sabang. Empat Agustus 2017 lalu, atas nama SPT (Surat Perintah Tugas) dari kantor, saya dan teman-teman bidang pergi ke Negeri di Atas Awan ini.

Selain Sabang dan Takengon, saya masih ingin pergi ke beberapa daerah di Aceh seperti, Aceh Barat dan Aceh Selatan. Jika di Indonesia, saya ingin ke Bali, Bandung, Yogya, Papua dan…Jakarta. Kenapa Jakarta? Karena saya belum pernah naik pesawat, hahaha…gak nyambung ya alasannya. Biarlah!

Jika Allah mengizinkan, saya juga ingin ke Jepang, Turki, Swiss serta beberapa negara yang lain di Eropa. Bagaimana dengan Mekkah dan Madinah? Tentu saja. Untuk saya, Mekkah dan Madinah itu harus, bukan keinginan. Itu azzam, ibadah rukun ke-5. Naik haji itu harus! Harus punya tekad yang besar, harus punya fisik yang kuat dan tentu saja finansial.

Semoga Allah memberikan saya kesempatan pergi ke tempat-tempat yang saya targetkan sebelum ajal menjemput.

Aminn…

Advertisements
Posted in Dream Wish Hope, Traveling

Alhamdulillah – Sabang Part 7-end

uu
Bye Sabang…

Kami beristirahat sejenak. Lelah sekali kebut-kebutan dijalan yang panas dengan membawa pulang mood yang tidak karuan dan membawa anak kecil yang sedang tertidur. Kami berhenti untuk makan buah potong. Saya, suami dan Ghazi duduk di kursi sebuah toko. Menepi sebentar sekedar untuk cari angin. Pelan-pelan saya ingat penjual salak yang mengatakan hanya setengah jam saja sampai ke 0 Km dari balohan. Kenapa si penjual salak itu harus berbohong! Nyatanya kami harus menempuh 2 jam lebih perjalanan pulang-pergi, itupun tidak sampai ke 0 Km. Sungguh jahat sekali! Sudah kami panas-panasan di jalan, Ghazi rewel hingga tertidur, kami juga sudah isi bensin, rasanya saya tidak rela. Lalu suami saya mengatakan, yah namanya juga penjual, akan berbuat apa saja agar dapat untung. Yaa…benar juga sih. Tapi kok saya gak rela ya? sudah beli salak sama dia eh tau-taunya di gituin. Sebel banget kan! Untung salaknya manis. Continue reading “Alhamdulillah – Sabang Part 7-end”

Posted in Dream Wish Hope, Traveling

Drama – Sabang Part 6

sff
Sunrise di Pantai Sumur Tiga

Sunset di Casa Nemo sore kemarin yang saya rasakan tidak seindah sunrise hari itu. Saya benar-benar melihat matahari terbit perlahan di atas balkon kami. Seperti biasa saya bangun pagi-pagi sekali sekitar pukul 5 lewat. Bukan karena bunyi alarm, melainkan karen bunyi serangga yang mengetuk-ngetuk pintu kami. Awalnya saya kira bunyi petugas kebersihan yang sedang menyapu pagi hari tapi eh ternyata serangga seukuran jari telunjuk masuk ke kamar kami 2 ekor, plus satu walang sangit. I feel like sleep in the middle of jungle, hehehe… Continue reading “Drama – Sabang Part 6”

Posted in Dream Wish Hope, Traveling

Casa Nemo – Sabang Part 5

cs
Casa Nemo Spa & Resort front view

Ternyata Casa Nemo cukup jauh dari Nagoya Inn. Setelah tiba di Casa Nemo (bahkan terlalu awal sampai disana) kamar yang kami booking masih ada tamu. Akhirnya kami jalan-jalan dulu mencari makan siang dan shalat dhuhur. Memang benar ya, Sabang itu di sepanjang jalannya adalah laut. Segar sekali mata memandang meski cuaca hari kedua kami di Sabang sangat panas.

Tiba kembali ke Casa Nemo dan kami check in. Saya masih belum merasakan eksotisnya Casa Nemo hingga saat di antar menuju kamar kami. Wah..sepanjang mata memandang penuh dengan tanaman, view langsung menghadap Pantai Sumur Tiga dan ternyata lelah sekali menaiki anak tangga yang banyak. Saya sampai ngos-ngosan Apalagi kami sampai ke Casa Nemo pukul 2 siang yang sedang terik-teriknya. Continue reading “Casa Nemo – Sabang Part 5”

Posted in Dream Wish Hope, Traveling

Nagoya Inn – Sabang Part 3

Screenshot_2017-07-31-16-11-45Tiba di Nagoya Inn dengan sukses berkat Google Map. Ah, jika tanpa google map kami mungkin tidak bisa kemana-mana. Thanks Google Map! Setelah check in ke resepsionis, kami diantar menuju kamar. Suami saya memilih kamar family room. Harganya 650 ribu per malam. Awalnya ketika sebelum ke Sabang, suami saya sempat mengirim gambar kamar family room Nagoya Inn, saya biasa saja, underestimate malah. Tapi setelah melihat kamarnya langsung, saya puas. Ghazi juga, moodnya mulai terlihat menjadi baik. Fasilitas yang di sediakan berupa, AC, TV kabel yang ada colokan USB (ini penting untuk kami, supaya Ghazi bisa nonton tayangan favoritnya), ada kulkas, pemanas air lengkap dengan teh, kopi dan susu. Ada tempat tidur ukuran besar, lemari pakaian, ada kamar mandi bathtub dengan shower air panas-dingin dan yang menariknya adalah, ada ruang makan kecil. Nagoya Inn juga menyediakan mushala yang dekat sekali dengan kamar kami. Pagi harinya mereka juga menyediakan breakfast gratis. Oh man…this is what we need!

Continue reading “Nagoya Inn – Sabang Part 3”

Posted in Dream Wish Hope, Traveling

Dreams Come True – Sabang Part 2

Dalam hati, saya masih berharap tapi terlalu takut. Setelah suami pulang kerumah, kami packing-packing barang yang penting-penting saja karena suami saya punya ide kalau kami akan sewa kendaraan selama disana. Tidak jadi bawa kendaraan pribadi. Hal ini terpikir olehnya bahwa tak ada harapan kami dapat mengejar kapal lambat ke Sabang, so suami saya memberi ide untuk ikut kapal cepat yang lebih awal sampainya dan hanya membutuhkan waktu 45 menit. Ditambah lagi, kami baru dapat 1 penginapan. Karena niatnya ke Sabang 3 hari 2 malam, kami harus cari penginapan lain untuk bisa stay disana. Sebenarnya penginapan yang kami incar masih available tapi karena semua sedang serba tidak jelas, kami tidak bisa serta-merta langsung booking.

Continue reading “Dreams Come True – Sabang Part 2”