Sahabat vs Solitude

Screenshot_2017-02-24-11-11-34-1Saya gak bisa menggambarkan diri lebih banyak selain suka menyendiri. Solitude! Alone but not lonely. I love my self more than anyone, hahahaha…

Sampai di detik ini saya baru sadar bahwa ternyata saya gak punya sahabat karena sebenarnya saya hanya ingin berteman saja. Sahabat saya adalah saya sendiri. Sahabat saya adalah diary dengan setumpuk tulisan, sahabat saya adalah komputer plus koneksi internet, sahabat saya adalah pemikiran saya sendiri, dimana dengan kehadiran ‘mereka’ saya cukup terhibur dan menjadi diri sendiri. Sempat saya tanya sama diri sendiri, normal kah hidup seperti ini? Karena bukan hanya di lingkungan sosial dan pertemanan saja, di rumah pun, saya suka menyendiri dan betah lama-lama di kamar. Saya gak suka nonton sinetron dan gak begitu suka ngumpul bareng ibu-ibu komplek. Mungkin saya seperti ini karena pressure dari orang tua dan masih tinggal dengan mereka juga kali ya. I don’t know, I have no idea. Dan, di kantor, saya dibilang sombong hanya karena gak pernah ikutan ibu-ibu gosip di pojokan *gagalpaham!

Continue reading

Me Recently ; Gue Anaknya Art, Visual and Language Banget!

Haloo…halo…saya kangen banget pingin nulis disini lagi. Gak terasa Februari lalu saya gak nulis apa-apa ya, alasan klasik  sok sibuk 😀

Ghost Writer

Saya sama yuyun -teman satu angkatan di kuliahan, jadi ghost writer. Apa itu? Jadi, akhir bulan Januari lalu, saya dapat tawaran untuk project menulis buku biografi Pembantu Rektor I Universitas Syiah Kuala, yang tak lain adalah dosen kami sendiri. Sebenarnya project menulis buku biografi ini bukan yang pertama kali. Dulu waktu saya masih jadi mahasiswa, kami juga ditawari menulis buku biografi saat beliau menjadi dekan. Nah, berhubung sekarang beliau sudah jadi PR I, otomatis semua harus di upgrade dong. Dan, biografi ini juga dibuat sebagai salah satu persyaratan mendapatkan gelar profesor. Lho ngapain di tulis lagi? Kan masih bisa pakai buku biografi saat menjadi dekan? Yah, maunya beliau juga seperti itu tapi berhubung buku pertama belum ada International Standard Book Number (ISBN)-nya, jadi harus dibuat lagi dengan status yang berbeda tentunya, sebagai seorang Pembantu Rektor I. Begitulah!

Continue reading

Mozaik

Ada masa dimana saya menjalani suatu episode kehidupan dengan percaya diri tanpa memikirkan akibatnya di depan, padahal orang-orang di sekitar saya sudah mencoba memperingatkan untuk lebih berhati-hati atau meninggalkannya jika ragu dan tidak mampu menahan segala resiko. Ketika sudah ‘kena’ akibatnya, bahkan saya belum mampu mencerna setiap hal-hal kecil yang telah terjadi. Kini ketika saya beranjak dewasa, sudah punya banyak pelajaran hidup yang saya ‘lahap’, perlahan saya mampu mengambil pelajaran dari kejadian dulu-dulu. Ada yang saya syukuri, ada yang saya ingin coba lupakan, sebagian ada yang masih terus saya usahakan dan sebagiannya lagi ada yang terus membuntuti hingga sampai saat ini saya masih punya rasa bersalah dan ingin sekali saya perbaiki. Tapi waktu hanyalah waktu. Bulan terus berlalu. Pergantian tahun juga tidak bisa di elakkan. But, most of all…Saya berterima kasih pada kehidupan yang telah memberi saya banyak pelajaran kehidupan yang tidak bisa dibeli sekalipun dengan uang. Saya bersyukur dipertemukan dengan orang-orang yang memberi banyak feedback positif. Saya juga teramat bersyukur dipertemukan dengan orang-orang di masa lalu, jika tanpa mereka saya tidak seperti sekarang. Setiap kejadian, hal-hal kecil, orang-orang, pedih, suka, senang, gelisah, mencintai, sakit hati dan semuanya…saya bisa belajar untuk memaafkan. Terutama memaafkan diri sendiri. Memaafkan segala kekurangan mereka karena saya pun juga tidak sempurna.

Saya tau waktu tidak bisa di ulang, sekalipun saya minta untuk mundur 0.000001 detik kebelakang. Allah sengaja merancang keadaan tidak bisa di ulang agar kita benar-benar memikirkan segala tindakan yang akan terjadi kedepan. Hingga saat ini pun, saya masih belajar menjadi selayaknya seorang hamba kepada Tuhannya, seorang anak, seorang istri untuk suami, menjadi ibu, seorang teman, seorang saudara-kerabat, seorang teman kerja, seorang yang bertemu orang lain random, seorang pengguna jasa layanan publik dan seorang untuk diri saya sendiri. See? Ternyata di kehidupan ini kita punya banyak sekali peran ya. Peran itu harus kita jalani sebaik mungkin menurut versi kita.

Terima kasih ya Allah, atas kehidupan saat ini yang saya jalani. Saya bersyukur di tahun ini saya punya waktu yang lebih banyak untuk diri sendiri. Saya tidak ingin mundur kebelakang. Apa yang terjadi di belakang biarlah menjadi potongan-potongan mozaik pelengkap kehidupan. Belajar, lupakan, bersyukur sebanyak-banyaknya…

Semoga tahun depan saya menjalani berbagai ‘peran’ dengan lebih baik lagi dan lebih optimis, aminn… 🙂

*Jleb!

Di channelnya female daily yang ini, ka affi udah jelasin bahwa gak ada satu produk andalan yang bener-benar bisa menghilangkan komedo. Totally! It’s a combination of a good skincare routine plus menggunakan beberapa produk yang memang dipercaya untuk membantu menghilangkan/mengurangi tampilan komedo. And you have to stick on it untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Terus ya, memang sebenarnya kita gak bisa sih mengharapkan kulit yang muluuusssss banget seperti porcelain, unless you’re 8 years old, hehehe…

Jadi saya bisa ambil kesimpulan bahwa, sekomplit apapun skin concern kita, sekomplit apapun masalah kulit kita, gak akan pernah mendapatkan hasil yang diinginkan kalo kita gak menerapkan skincare routine dan produk yang tepat tentu saja. Wah PR banget ni! Simplenya gini deh, sia-sia kamu pake SK-II yang mahal itu kalo ngebersihin wajah aja belum rutin. *jleb

Me Recently ; Skincare Maniak!

Recently, saya lagi tergila-gila dengan skincare. Padahal sebelumnya saya cuma iseng-iseng aja nonton makeup tutorial di Youtube saat break kerja, bisa dibaca disini. Skincare itu penting banget! Lebih penting dari makeup itu sendiri. Prinsipnya, kalo kulit udah bagus, mau pake makeup apapun juga ‘jadi’ aja. So, belum terlambat kok memulai rutinitas yang akan menjadi tabungan jangka panjang ini.

Saya punya sedikit tips untuk memilih produk perawatan skincare. Yuk baca terus!

Continue reading

Skincare Routine

skin-aqua

Sunscreen yang saya gunakan, Skin Aqua

Berawal dari tiap jam istirahat kerja saya selalu buka youtube dan ketik nama-nama beauty blogger dan beauty influencer karena penasaran dengan vlog mereka. Kebetulan saya juga follow Instagram mereka. Beberapa diantaranya malah saya selalu kepo-in blog mereka. Karena sering baca-baca blog mereka, saya pingin banget jadi content creator diluar kerjaan saya sekarang. Well, sebenarnya isi vlog dan blog mereka-meskipun mereka beauty blogger/influencer-gak melulu soal kosmetik dan makeup. Mereka juga banyak cerita seputar keseharian dengan keluarga, suami dan anak serta beberapa event yang mereka ikuti tiap bulannya. Seruuu banget!

Balik lagi seperti diawal saya cerita, waktu istirahat saya habiskan nonton youtube sambil, kadang-kadang makan siang. Saya mulai tertarik dengan beauty, makeup tutorial dan bahkan ‘sampah’ yang mereka posting ke youtube, hahaha…

Continue reading

Me Recently ; Hectic

Halo blog..ini baru punya waktu untuk nulis lagi. Kerjaan di kantor lagi banyak-banyaknya. Mengingat hampir akhir tahun dan tahun 2017 mendatang tepatnya di bulan Mei, dinas kami menjadi tuan rumah untuk event tahunan berskala nasional dan gak tanggung-tanggung bapak presiden kita juga di jadwalkan ke banda aceh untuk membuka acara tersebut, so..saya sebagai salah satu bagian dari dinas ini juga punya andil untuk mempublikasikan seluas-luasnya informasi agar masyarakat aceh, khususnya banda aceh untuk menyambut tamu dari berbagai provinsi di Indonesia. Saya tipe orang yang memilih bekerja kantoran karena rumah bagi saya adalah untuk keluarga. Pantang untuk mengerjakan urusan kantor dirumah. Kalaupun saya harus mengerjakannya, anak dan suami udah harus beres dulu. Minimal anak sudah tidur dulu lah baru bisa pegang laptop.

Continue reading