Posted in Dream Wish Hope, Ghazi, Job, Life Partner, Me Recently, Random, Refleksi, Rumah

Back to 2018

quotes-ujian-hidupHalo rumah, udah hampir setahun saya tinggalin gitu aja. Setahun yang lalu saya punya banyak sekali persoalan hidup sampai di titik dimana saya tidak bisa menceritakan pada semua orang. Tidak pada ayah dan mamak, tidak pada teman-teman dan hanya sesekali saja pada suami. Tahun lalu, dengan begitu banyaknya persoalan di kantor, bersamaan itu pula kami juga memutuskan untuk pindah ke rumah sewa pada saat saya hamil besar anak kedua, dan bertepatan juga dengan Ramadhan. Semua menumpuk. Saya tidak bisa langsung cerita disini karena saya butuh waktu untuk diri sendiri dan menjauh dari semua orang-orang yang punya negative vibes.

Tidak terhitung berapa malam yang saya habiskan dengan menangis diam-diam. Setiap kali saya menangis, bayi dalam kandungan saya kadang ikut bergerak. Dia seperti merasakan ujian yang saya hadapi. Ujian kesabaran dari Allah. Saya menerima karena tidak ada pilihan lain. Akhirnya pada Oktober 2018 kemarin, tepat 3 bulan setelah saya cuti melahirkan, saya memutuskan untuk resign dari kantor lama. Saya tidak ingin berlama-lama pada lingkaran ‘tikus-tikus’ koruptor zalim itu. Dua bulan saya habiskan full di rumah bersama anak-anak. Tentu, dengan kami pindah rumah, akan membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Tahun lalu, Allah juga menguji kami dengan masalah finansial. Dan tentu saja, dengan saya yang  tidak lagi bekerja, Suami pontang-panting menggenapi kebutuhan keluarga, hingga dia menukar waktu tidurnya dengan bekerja lagi di rumah setelah penat seharian di kantor.

Seperti apa finansial issue yang kami hadapi? Sampai di titik kami tidak lagi sanggup menyekolahkan anak kami yang pertama. Sampai dimana kami akhirnya stop total untuk jajan di luar dan mau tidak mau saya harus masak sendiri sedang saat itu saya baru saja melahirkan. Sampai dimana seluruh sayuran yang kami beli jadi busuk karena kami tak punya kulkas. Sampai dimana suami harus berhutang hanya untuk beli kipas angin agar anak-anak tidak kepanasan. Sampai dimana piring, sendok, gelas, blender, kain gorden, kompor gas, pisau dapur, harus di bantu mertua belikan. Hingga detik ini pun saya masih berkaca-kaca menuliskan ini semua.

Tahun 2018 adalah tahun ujian untuk saya sekaligus kami belajar banyak hal, terutama belajar untuk mandiri. Saya yang awalnya tidak bisa masak yang ‘serius’ jadi paham konsep dan dasar dari bumbu masakan. Karena saya harus turun ke dapur setiap hari, beberes rumah, mengurus anak, akhirnya hal tersebut yang membuat ‘badan’ saya terus bergerak dan hal tersebut juga yang membuat lahiran normal anak kedua lancar tanpa kendala berarti.

Akhir Desember tahun lalu, saya di terima kembali bekerja di tempat yang lebih baik dari sebelumnya. Jika ingin saya buat perbandingan, gaji yang saya terima di tempat saya bekerja sekarang 2 kali lebih besar dari yang dulu. Memang benar janji Allah. Ketika ada yang Allah ambil, Allah gantikan dengan yang lebih baik lagi. Tahun lalu, ketika saya memutuskan resign, Allah menggantikan semuanya dengan mengalihkannya pada suami saya. Tahun lalu, suami dilimpahkan proyek kerjaan lain di luar kantor. Pelan-pelan kondisi finansial kami membaik. Anak-anak sudah bisa kami sekolahkan dan tahun 2019 ini kami berencana membangun rumah kami.

Bagaimanapun, Allah Maha Pengatur sebaik-baiknya rezeki. Saya sangat percaya di balik kesusahan pasti ada hikmah dan kemudahan Allahumma aminn..

Advertisements

2 thoughts on “Back to 2018

  1. welcome back, kak Ayi!
    jadi ikut berkaca-kaca baca blogpost kak Ayi yang kali ini.
    semua orang emang pasti pernah ngerasain “titik terendah” dalam hidupnya.
    dan kami lagi ngerasain, walaupun mungkin nggak bisa dibandingkan dengan cerita kak Ayi.
    tapi baca ini, jadi di-trigger buat tetep semangat dan ikhlas ngejalanin apa yang udah Allah kasih, entah itu cobaan ataupun kesenangan.
    semoga Allah selalu kasih kemudahan dan kekuatan buat kita semua ya kak ^^
    Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin 😀

    1. mutiiiiiiii….dah lama banget yaaa kita gak bersua 😦 gak tau ini ‘welcome back’ nya masih mood2-an ato enggak hahaha…

      semangat selalu ya dek, semoga Allah selalu melindungi dan semoga Allah mempertemukan kita lagi pada waktu yang lebih baik, aminnn..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s