Posted in Rumah

Me Recently ; Jenuh

Hampir dua minggu kebelakang, saya merasa jenuh ke kantor. Sebenarnya jenuh yang saya rasakan sudah setahun yang lalu. Belakangan, pelan-pelan saya sadar penyebabnya. Ada dua hal, pertama, karena saya merasa tidak berkembang terlalu banyak. Mungkin karena saya bekerja bukan di bidang yang saya gemari. Kedua, karena seseorang. Lebih tepatnya karena seorang perempuan yang duduk di sebelah saya. Pegawai biasa, punya anak lebih dari satu tapi nyinyirnya, Subahanallah.

Karena alasan yang kedua ini, bikin saya dua minggu kebelakang tidak mood kerja bahkan masuk kantor. Suatu ketika di hari jumat, saya masuk kantor terlambat. Saya melihat perempuan itu duduk sendiri berkutat dengan beberapa kertas dan sesekali mengetik di komputer. Ruangan sepi, pegawai lain sudah pulang. Memang tabiatnya pegawai negeri sipil, hampir di manapun penempatan kerjanya, akan selalu pulang lebih awal. Apalagi ibu-ibu, mereka memilih masuk cepat, pulang cepat. Khusus hari jumat. Memang tidak semuanya, tapi rata-rata seperti itu.

Saya masuk dengan ceria, muka tersenyum tanpa ada dendam, basa-basi dengannya menanyakan keberadaan pegawai yang lain. Lalu jawabnya ‘Sebenarnya tadi ada, rame, kamu aja yang telat. Emang kamu gak ada absen ya?’ Tanya dia tanpa sedikitpun memalingkan wajahnya melihat saya. Saya jawab sekenanya dan seperlunya saja.

Dari hari itu, hingga seminggu kemudian kami tidak bicara. Saya tidak ingin memulai percakapan karena saya teramat tidak suka di hakimi. Saya menjaga jarak, agar kejadian yang sama tidak terulang lagi. Jenuh yang saya rasakan makin bertambah-tambah. Saya seperti melihat seisi ruangan seperti bersekongkol untuk tidak mengucap satu patah katapun. Mereka bungkam. Semangat kerja melemah ditambah perasaan yang tidak karuan begini, membuat saya selalu menantikan jam pulang kerja. Begitu terus hingga 1 minggu lamanya.

dr
Diana Rikasari

Tidak tahan dengan situasi di kantor, saya curhat ke suami. Lega tapi solusi tidak juga ketemu. Akhirnya hari kamis lalu, sehari sebelum imlek, saya off ke kantor. Berdiam diri di kamar. Muhasabah. Saya masih bisa mentolerir bagian jenuh karena kerjaan sehari-hari bukan dari hal yang sangat saya sukai, tapi jenuh karena perempuan itu? Rasanya tidak masuk akal! Dia hanya pegawai biasa, bukan kepala seksi apalagi kepala bidang. Bukan juga seseorang yang berwenang memecat saya. Lalu kenapa saya harus mogok ngantor hanya dari kata-katanya? Sedikit flash back ke belakang, rasa-rasanya hanya perempuan itu saja yang tidak mau ngobrol dengan saya. Kalaupun ngobrol, saya tau itu di paksakan dan tidak dari hati. Iya, pegawai yang lain fine-fine saja. Lalu, dimana yang salah? Hanya karena dia saya tidak mood kerja? Rasanya terlalu berlebihan.

Saya berpikir ulang dan berusaha mencari celah positif, mungkin dia sedang sibuk sekali, banyak kerjaan, dengan anak yang lebih dari satu dan berjauhan dengan suaminya yang bertugas di luar kota, mungkin membuat emosinya labil. Ditambah, dia juga tengah hamil seperti saya. You know, ibu hamil sensitif sekali. Semua hal yang positif saya bangun dan pelan-pelan berhasil.

Tiga hari libur lalu, saya manfaatkan bersama keluarga, membangun afirmasi positif bahwa semua akan berlalu. Dengan kembali me-recharge energi dan jiwa, saya bertekad untuk lebih siap menghadapi hari pertama kerja. Lupakan semua hal negatif dan mulai dengan senyuman. Ternyata berhasil. Pegawai lainnya, tetap ngobrol dengan saya, sesekali saya senyum jika ada yang lucu, dan bersikap biasa saja jika ada beberapa orang yang tidak ngobrol. How about her? Yah, seperti biasa, no smile, ngobrol seperti terpaksa. Hahaha…

Yasudah lah, apa yang saya lakukan terhadapnya adalah urusan saya dan Allah dan apa yang dia lakukan terhadap saya adalah urusannya dengan Allah. Pelajaran moral berikutnya adalah, berhati-hatilah kalau ngomong. Jangan nyinyir! Kita gak tau, satu kata yang kita anggap nasihat pun, bisa membuat dunia mereka berantakan. Banyak-banyak istighfar dan muhasabah. Ini berlaku untuk diri saya juga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s