Posted in Dream Wish Hope, Life Partner, Me Recently, Perempuan, Random, Refleksi, Rumah

2017 Throwback, 2018 Highlights

Screenshot_2017-04-03-15-43-00-1

SO, di tahun 2017 kemarin banyak yang saya alami, bahkan ada kejutan di akhir tahun!

Dunia Kerja

Saya teringat ketika pertama kali masuk kerja bulan april 2016 di sebuah dinas Provinsi Aceh, saya di kenalkan langsung oleh suami pada sekretaris dinas (Almh) Ibu Marjuani. Beliau sangat ramah dan memperlakukan bawahannya layaknya mitra kerja. Bukan antara bos dan bawahan. Saya akan di tempatkan di salah satu bidang tapi ternyata saat itu Kasie (Kepala Seksi- red) nya belum ada di tempat dan kebetulan lagi, meja dan kursi saya belum available di ruangan yang cukup besar dan mampu menampung sekitar 16 orang staf. Akhirnya sementara waktu saya hanya duduk dan termenung di ruangan sekretaris beserta asistennya 3 orang. Literally duduk dan termenung! Ditambah, saya tidak bisa main hape karena internet yang tidak terkoneksi. Entahlah! Hari pertama masuk kerja, yang saya pikir tadinya menyenangkan, eh…ternyata benar-benar di luar dugaan. Setengah hari hingga pukul 12 jam istirahat saya hanya sms-an dengan suami.

Waktu berlalu, hingga tahun 2018, saya sudah genap 1 tahun 9 bulan bekerja disana dan mulai betah. Sudah kenal dengan berbagai tipe orang dan karakter pegawai negeri sipil, sudah beberapa kali dipercayai ikut seminar/workshop atas nama dinas juga sudah pernah ikut tugas dinas keluar daerah. Beberapa kali di ajak ikut acara tahunan kantor hingga gelaran nasional. Butuh waktu memang. Intinya, apa yang saya dapatkan di dunia kerja berbeda sangat jauh dengan dunia kampus. Dunia kerja, betapapun hebatnya ilmu dan kepintaran kita akan kalah jika attitude tidak ada. Percayalah! Dimanapun berlaku aturan alam tersebut. Apa yang kita pelajari di perkuliahan hanya dipakai sekitar 20-30% saja, selebihnya bagaimana kita bersosialisasi.

Relationship

Mostly tentang bagaimana saya dan suami adjust satu sama lain. Saya mengakui 3 tahun pertama pernikahan, kami, terutama saya menyesuaikan diri dengan susah payah. Up and down dalam pernikahan itu akan selalu ada, hampir di setiap tahun, tapi memang 3 tahun pertama pernikahan amat menentukan. Karena masih tinggal dengan orang tua, sebisa mungkin kami menginginkan orang tua tidak ikut andil tapi lagi-lagi apa sih yang bisa kita tutupi jika ada 2 kepala keluarga dalam satu rumah? Ada 2 kepala yang berbeda pemikiran. Dua kepala berbeda memecahkan masalah. Sulit! Saya menyarankan, jika mampu untuk secepatnya pisah rumah dengan orang tua, akan lebih baik.

Di tahun ke-4 pernikahan kami, kami sudah bisa saling toleran dengan karakter masing-masing. Kami sudah bisa menerima kekurangan dan kelebihan. Juga saat ego masing-masing sedang di ujung tanduk, memaafkan adalah jalan terbaik. Sama seperti orang tua, suami hanyalah seorang manusia biasa yang tidak sempurna. Saya bersyukur, di tahun ke-4 saya sudah bisa adjust dengan suami, orang tua juga anak.

Youtube

Akhir tahun 2016 di bulan desember, saya iseng bikin kanal youtube gara-gara suka nonton Gita Savitri. Saya suka dengan opininya, menyampaikan pendapat dari sudut pandang islam dengan cara yang berbeda. Saya pikir, kenapa saya tidak membuat kanal sendiri? Saya seorang perempuan, seorang istri, seorang ibu, seorang pekerja, saya juga punya sudut pandang dan pendapat. Saya juga beberapa kali menulis berbagai pendapat di blog, kali ini saya mencoba menyampaikannya dengan visualisasi yang berbeda. Youtube. Memang, awal-awalnyanya saya posting video skincare. Sebenarnya itu strategi, saya ingin melihat dan membentuk marketing. Jika peluang marketing bagus dan sesuai dengan target, saya akan terus bikin video dan menyisipkan sedikit demi sedikit opini sesuai pengalaman berdasarkan status saya. Sejauh ini, viewernya bertambah, begitu juga dengan subscribernya.

Bikin konsep, shooting bikin video, masuk ke tahap proses editing, posting sekaligus mencari keyword yang tepat agar dapat banyak viewer, jadi tantangan tersendiri, sekaligus jadi hobi dari penatnya rutinitas sehari-hari. Saya senang jika bisa produktif terus, syukur-syukur video saya bermanfaat untuk orang banyak.

Anggota Baru

Tadinya saya tidak menyangka akan kedatangan anggota baru dalam keluarga kecil kami. Kami memang sempat mencoba program hamil tapi baru Allah kabulkan setelah 9 bulan mencoba. Kami mencoba dengan berbagai usaha. Nanti saya akan tuliskan juga kenapa kami harus program hamil dan usaha apa saja yang sudah kami lakukan untuk mendapatkan keturunan lagi. Tentu, saya tidak berhenti bersyukur. Semoga Allah melancarkan semuanya ya. Aminn.

Pendidikan

Jujur jika ditanya, apakah saya ingin melanjutkan pendidikan? Iya, masih ada keinginan ingin S2 hingga sekarang. Tapi, lagi-lagi saya pikir berulang-ulang untuk tidak ingin jauh dari anak. Jika ada yang memungkinkan, jurusan yang saya idamkan ada di Banda Aceh, saya bisa dapat beasiswa dan tentu terbuka lowongan pekerjaan untuk jurusan yang saya ambil, saya tidak akan tinggal diam dan akan terus memburunya. Tapi lagi-lagi, 4 syarat tersebut belum tersedia sekarang. Mungkin belum rezeki saya. Khusus syarat terakhir, tentu saja harus dilengkapi karena saya ingin hidup realistis sekarang. Saya sudah menikah, punya anak, masih harus mencukupi kebutuha keluarga, jika saya kuliah s2 pontang panting tapi tidak ada hasilnya untuk apa? at least, ada pekerjaan yang cocok sesuai dengan ijazah terakhir yang saya tempuh. Hidup itu keras kawan! mendapat pekerjaan sangat sulit sekarang. Sekalipun kalian ingin jadi enterpreuner!

Kompetisi semakin tinggi, ide ingin membuat ini, menjual itu sudah banyak diisi oleh orang lain. Kapan saya mulai merasakan hidup itu harus realistis? Ketika saya sudah punya anak dan saya belum bekerja. Saya tidak punya kata-kata bagaimana mendeskripsikan maksud saya. Nanti, jika sudah punya anak tapi belum ada pegangan apa-apa, kalian akan mengerti. Itulah kenapa pendidikan tertinggi sekalipun, belum menentukan kesuksesan seseorang, terutama perempuan. Itulah kenapa, saya bertekad, jika saya punya ijazah terakhir S2, ijazah tersebut harus berguna, harus terpakai agar punya kehidupan sejahtera.

Azzam di Tahun 2018

Iya, ini azzam saya dengan suami. Saya melahirkan di akhir juni atau awal juli 2018 ini dengan lancar, anak sehat, tidak kurang sesuatu dan saya pun sehat juga kuat. Saya tidak meminta anak saya lahir dengan cara A, B atau C. Saya akan pasrah, bagaimanapun jalan yang sudah Allah berikan. Saya berusaha semampu dan sebisanya sesuai rencana tapi tetap saya tidak akan pernah mengobrak-abrik keputusan Allah.

Kemudian, azzam yang akan selalu ada dari bertahun-tahun lalu lamanya. Kami harus punya rumah sendiri. Tidak peduli itu rumah yang harus kami cicil atau rumah kontrakan, selama rumah nyaman, ada beberapa tetangga, halaman kecil di belakang rumah, akses kendaraan mudah, air PAM bersih and that’s it!

Untuk mewujudkan hal tersebut, gak ada cara yang lebih baik dengan menabung, hemat juga sedekah. Punya rumah, tidak tinggal lagi dengan orang tua adalah keinginan terbesar setiap pasangan yang sudah menikah. Bahkan saya sudah memikirkan punya rumah sendiri saat masih single. Doakan ya, semoga tahun ini benar-benar terkabul atau setidaknya ada simpanan tabungan untuk melanjutkan azzam di tahun depan. Apapun yang terbaik, pasti Allah akan kabulkan di saat yang paling tepat dalam hidup kami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s