Alhamdulillah – Sabang Part 7-end

uu

Bye Sabang…

Kami beristirahat sejenak. Lelah sekali kebut-kebutan dijalan yang panas dengan membawa pulang mood yang tidak karuan dan membawa anak kecil yang sedang tertidur. Kami berhenti untuk makan buah potong. Saya, suami dan Ghazi duduk di kursi sebuah toko. Menepi sebentar sekedar untuk cari angin. Pelan-pelan saya ingat penjual salak yang mengatakan hanya setengah jam saja sampai ke 0 Km dari balohan. Kenapa si penjual salak itu harus berbohong! Nyatanya kami harus menempuh 2 jam lebih perjalanan pulang-pergi, itupun tidak sampai ke 0 Km. Sungguh jahat sekali! Sudah kami panas-panasan di jalan, Ghazi rewel hingga tertidur, kami juga sudah isi bensin, rasanya saya tidak rela. Lalu suami saya mengatakan, yah namanya juga penjual, akan berbuat apa saja agar dapat untung. Yaa…benar juga sih. Tapi kok saya gak rela ya? sudah beli salak sama dia eh tau-taunya di gituin. Sebel banget kan! Untung salaknya manis. Continue reading

Advertisements

Drama – Sabang Part 6

sff

Sunrise di Pantai Sumur Tiga

Sunset di Casa Nemo sore kemarin yang saya rasakan tidak seindah sunrise hari itu. Saya benar-benar melihat matahari terbit perlahan di atas balkon kami. Seperti biasa saya bangun pagi-pagi sekali sekitar pukul 5 lewat. Bukan karena bunyi alarm, melainkan karen bunyi serangga yang mengetuk-ngetuk pintu kami. Awalnya saya kira bunyi petugas kebersihan yang sedang menyapu pagi hari tapi eh ternyata serangga seukuran jari telunjuk masuk ke kamar kami 2 ekor, plus satu walang sangit. I feel like sleep in the middle of jungle, hehehe… Continue reading

Casa Nemo – Sabang Part 5

cs

Casa Nemo Spa & Resort front view

Ternyata Casa Nemo cukup jauh dari Nagoya Inn. Setelah tiba di Casa Nemo (bahkan terlalu awal sampai disana) kamar yang kami booking masih ada tamu. Akhirnya kami jalan-jalan dulu mencari makan siang dan shalat dhuhur. Memang benar ya, Sabang itu di sepanjang jalannya adalah laut. Segar sekali mata memandang meski cuaca hari kedua kami di Sabang sangat panas.

Tiba kembali ke Casa Nemo dan kami check in. Saya masih belum merasakan eksotisnya Casa Nemo hingga saat di antar menuju kamar kami. Wah..sepanjang mata memandang penuh dengan tanaman, view langsung menghadap Pantai Sumur Tiga dan ternyata lelah sekali menaiki anak tangga yang banyak. Saya sampai ngos-ngosan Apalagi kami sampai ke Casa Nemo pukul 2 siang yang sedang terik-teriknya. Continue reading