Nagoya Inn – Sabang Part 3

Screenshot_2017-07-31-16-11-45Tiba di Nagoya Inn dengan sukses berkat Google Map. Ah, jika tanpa google map kami mungkin tidak bisa kemana-mana. Thanks Google Map! Setelah check in ke resepsionis, kami diantar menuju kamar. Suami saya memilih kamar family room. Harganya 650 ribu per malam. Awalnya ketika sebelum ke Sabang, suami saya sempat mengirim gambar kamar family room Nagoya Inn, saya biasa saja, underestimate malah. Tapi setelah melihat kamarnya langsung, saya puas. Ghazi juga, moodnya mulai terlihat menjadi baik. Fasilitas yang di sediakan berupa, AC, TV kabel yang ada colokan USB (ini penting untuk kami, supaya Ghazi bisa nonton tayangan favoritnya), ada kulkas, pemanas air lengkap dengan teh, kopi dan susu. Ada tempat tidur ukuran besar, lemari pakaian, ada kamar mandi bathtub dengan shower air panas-dingin dan yang menariknya adalah, ada ruang makan kecil. Nagoya Inn juga menyediakan mushala yang dekat sekali dengan kamar kami. Pagi harinya mereka juga menyediakan breakfast gratis. Oh man…this is what we need!

Setelah mengeluarkan semua barang bawaan dan menyusunnya dengan rapi, saya dan suami bergantian mandi. Rasanya badan pegal dan gerah sekali. Seperti tidak mandi 5 tahun! Oh ya, saya hampir lupa, Ghazi sempat saya mandikan di kamar mandi Pelabuhan Ulee Lheu agar dia lumayan tenang. Karena basicly, siapa sih anak kecil yang gak happy di ciprat air, hehe..

Suami saya mencari makan malam di luar, karena memang Nagoya Inn hanya menanggung breakfast saja. Selagi suami saya mencari makan di luar untuk di bawa ke kamar kami, saya shalat isya, Ghazi nonton tayangan favoritnya sambil nyemil. Pelan-pelan saya berdoa pada Allah mengucap syukur berkali-kali, hingga tidak terasa saya menangis. Saya masih belum percaya bahwa salah satu impian saya yang entah berapa tahun yang lalu dikabulkan Allah pada saat yang paling tepat dalam hidup saya. Setelah perjuangan kami ke Sabang, segala emosi yang tidak terkontrol karena ghazi yang rewel, menunggu berjam-jam di pelabuhan dengan kurang tidur, cuaca yang puanass pol dan kelaparan, akhirnyaaa….terbayar sudah!

Screenshot_2017-07-31-16-12-18

Salah satu sudut Nagoya Inn

Suami saya pulang dan kami makan nasi uduk dengan lahap. Saya bahkan sempat video call dengan mamak dan adik saya. Saya cerita tentang perjalanan saya sampai ke Sabang. Mereka bahkan belum terbangun ketika kami keluar rumah untuk nginap di pelabuhan jam 3.30 pagi, hahaha…Mereka menitip oleh-oleh khas Sabang. Malam semakin larut, saya sangat mengantuk sekali, Ghazi juga sudah tidur di sisi saya. Malam itu, saya merasakan bahwa nikmat Allah yang tiada tara. Nikmat Allah yang tidak pernah saya sangka-sangka. Perjalanan kami ke Sabang belum berakhir. Masih banyak pengalaman-pengalaman yang belum saya ceritakan. Ditunggu ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s