Impian – Sabang Part 1

Screenshot_2017-07-31-10-46-01

Kapal lambat di Pelabuhan Ulee Lheu, pagi hari

Jadi, liburan selama 3 hari 2 malam ke Sabang kemarin itu masih belum saya publish semuanya. Baik cerita-cerita selama di perjalanan sebelum berangkat, setelah pulang, ataupun cerita-cerita dalam bentuk vlog. Karena…hingga detik ini pun saya masih belum percaya sudah menginjakkan kaki ke pulau lain melalui jalur air, naik kapal.

Pengalaman luar biasa yang pertama kali terjadi dalam hidup kita itu selalu mengesankan yaa. Dan, kenangan di dalamnya gak akan pernah dilupakan dengan mudahnya, meskipun perjalanan tersebut gak mulus-mulus amat, tapi ini juga yang dijadikan sebagai pelajaran hidup dari traveling. Sekarang saya paham bahwa traveling bukan hanya jalan-jalan tapi juga memperkaya wawasan dan belajar banyak hal. Ujung-ujungnya, kita jadi manusia yang akan lebih baik dari hari ke hari.

So, saya mau cerita sedikit sebelum “akhirnya” kami jadi juga ke Sabang. Kenapa “akhirnya”? karena keinginan kami (lebih tepatnya keinginan saya) ke Sabang itu udah lama sekali. Jauh sebelum saya menikah, ada sih kesempatan ke Sabang, tapi karena terbentur izin ortu yaa…gak berangkat. Setelah nikah, saya pikir izin ortu akan lebih mudah karena sudah ada yang mendampingi. Eh, ternayata saya salah. Saya dan suami, yang waktu itu ingin honeymoon ke Sabang tetap gak dapat izin ortu (izin ayah saya lebih tepatnya), karena cuaca yang tidak memungkinkan, angin kencang.

Okeh, pada waktu itu saya udah melupakan keinginan untuk jalan-jalan ke Sabang. Sampai kami punya anak, saya sudah bekerja dan melihat banyak teman-teman yang menghabiskan liburan ke Sabang, saya kembali merengek kepada suami untuk segera ke Pulau Weh itu. Tentu jalan-jalan ke Sabang bukan karena terkendala masalah uang tapi karena waktu yang belum tepat. Hingga beberapa hari setelah ulang tahun saya ke-28 di tanggal 8 juli 2017 kemarin, suami saya mendapat tawaran project kerja dari salah seorang teman yang mengharuskannya ke Sabang untuk survey beberapa titik terkait penelitian tesisnya. Ketika diberitahukan bahwa pak suami akan mengajak serta saya dan anak untuk ke Sabang sebagai hadiah ulang tahun, saya girang luar biasa. Sampai saya berteriak saking senangnya.

Karena project ini dibiayai, kami mulai mencari2 informasi penginapan dan objek wisata yang akan dikunjungi untuk dibuat estimasi biayanya. Hingga tiba satu hari sebelum keberangkatan, cuaca tiba-tiba berubah. Angin kencang sekali. Dan, kami mendapat informasi bahwa kapal tidak berangkat keesokan harinya. Fix rencana kami ditunda atau tidak pergi sama sekali. Pupus sudah harapan saya. Suami saya tau, saya pernah ber-azzam harus mengunjungi Sabang sebelum saya mati! Saya sampai berdoa pada Allah, jika memang saya tidak bisa pergi, saya pasrah.

Lalu, minggu berikutnya saya lewati dengan tidak menaruh harapan apapun. Masalah cuaca tidak ada siapapun yang bisa mengendalikannya kecuali Allah. Hingga tiba hari keberangkatan, suami mengirimi saya WA berupa tarif penginapan beserta penginapan mana yang masih available karena mengingat kami pergi di hari sabtu dan minggu, penginapan sudah penuh dengan orang-orang yang ingin liburan. Saya menaruh harapan tapi dalam hati juga takut harapan itu akan sia-sia mengingat pengalaman yang sudah-sudah akhirnya gagal berangkat. Sampai packing-packing keperluan di Sabang pun saya masih percaya tak percaya.

Kami berangkatnya hari sabtu menggunakan kapal lambat. Kami berencana membawa kendaraan pribadi agar mudah mobilisasi ke tempat-tempat wisata. Waktu tengah malam saya bersiap untuk tidur, suami saya WA lagi (kebetulan suami dirumah abang ipar waktu itu), isi WA nya kami harus berangkat pagi-pagi jam 4 dan menginap di pelabuhan. Ternyata suami saya sempat ke pelabuhan yang isinya berderet-deret antrian mobil, motor dan truck-truck barang. Ya, Allah…rasanya saya hampir ditikam palu godam berkali-kali. Kemudian lagi-lagi, batal berangkat ke Sabang menggantung-gantung di kepala.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s