Me-time, Perlukah?

Beberapa hari yang lalu, saya sempet bilang di instagram seperti ini ;

Apa ada yang salah dengan me-time? Jangan pernah berpikir bahwa ketika kita butuh waktu untuk menyenangkan diri sendiri itu egois. Kalau kita takut di bilang ibu egois karena ingin jalan-jalan sendiri, kita gak akan pernah bahagia. Me-time nya gak harus jalan-jalan dan belanja, bisa juga dengan baca buku, hangout hanya dengan suami, baca quran, dandan, berdua-duaan dengan Allah, masak, nonton, olahraga, dll. Cherish your me-time in your own way…you’ll feel happy. Happy mother, happy family…

Sekarang pertanyaannya gini, kita butuh gak sih me-time? Butuh gak sih waktu untuk diri sendiri? Jawabannya yaa…butuh gak butuh. Kalau masih single, belum berkeluarga, waktu sepenuhnya untuk diri sendiri. Beda ceritanya kalau sudah menikah dan punya anak. Me-time itu jadi kebutuhan.

Saya pernah stres. Setelah punya anak, rasa lelah saya makin bertambah-tambah. Sebagai ibu baru yang belum punya pengalaman apa-apa, i felt clueless. Ditambah lagi saya juga gak punya tempat untuk bertanya. Walau saya masih tinggal bersama orangtua, kebanyakan pendapat mereka tidak sesuai dengan perkembangan zaman sekarang. Saya hanya menurutinya karena merasa tidak enak dan untuk menghargai orangtua. Saya merasa tidak bahagia pada saat itu. Waktu tidur yang otomatis berkurang, membuat saya selalu tidak fresh ketika bangun pagi. Kadang saya makan ketika menidurkan anak, atau makan dengan porsi sedikit karena tidak sempat. Tulang belakang saya sering sakit. Saya selalu iri melihat orang lain yang bisa hangout dengan teman-temannya, sedang saya masih disini, bisa mandi aja sukur. Saya tidak tau entah berapa puluh malam yang saya habiskan untuk menangis sendiri atau menangis di hadapan suami. Saya selalu mengatakan saya stress. Ya, saya pernah berada di titik itu.

Suami saya sebenarnya tidak hanya diam dan mendengar curhatan galau saya tapi dia juga berupaya agar saya bisa punya ‘pelarian’. To be honest ya, salah satu niat saya bekerja adalah sebagai ‘pelarian’ yang tentu saja positif. Saya juga coba muhasabah diri. Meminta jalan keluar dari Allah. Allah tidak hanya mengabulkan 1 doa saya tapi juga beberapa. Allah memberi saya pekerjaan yang sedikit banyak seperti yang saya inginkan dan melalui pekerjaantersebut saya punya banyak sekali waktu untuk diri saya sendiri. Melalui pekerjaan saya jadi orang yang ‘waras’ kembali. Saya masih ‘diri’ saya yang dulu, yang masih butuh me-time, waktu untuk diri saya sendiri, melakukan yang saya suka dan senangi.

Please, jangan ada ibu-ibu diluar sana yang ‘bersembunyi’ di balik anaknya. Maksudnya apa? Anak kita bukan penyebab dari stresnya kita, dia gak berhak dijadikan alasan. Nope. Not at all! Cuma diri kita sendiri yang tau bagaimana dan apa yang kita mau dan butuhkan untuk mengalihkan rasa jenuh akan rutinitas harian kita. Please jangan pernah beranggapan ibu-ibu yang me-timenya dihabiskan dengan teman-temannya adalah mereka yang gak peduli dengan anak mereka. Menelantarkan anak mereka. Cuma bisa ngerepotin neneknya untuk jagain cucunya. Please jangan ada yang seperti itu ya.

metime

Kita yang memutuskan me-time akan dihabiskan seperti apa dan dengan cara apa. Manjakanlah diri. Jika diri ada salah, maafkan. Kita, all mommies in the whole world gak sempurna, even for ourselves. Walau kita gak sempurna, kita akan selalu memberikan yang terbaik untuk mereka. Saya juga berharap para suami paham akan hal ini. Sesekali ajak jalan hanya berdua dengan istri. Kalau gak bisa, pijit punggung dan kaki istri ketika dia lelah. Istri gak akan pernah meminta untuk dipijitin, tapi dia menunggu untuk diperhatikan. Embrace her with warm hug before sleep. It means a lot. Trust me!

 

Terus kalau setelah me-time kita masih belum jadi orang ‘waras’, coba deh cek lagi, mungkin bisa jadi ada yang salah dengan hati kita.

Dengan ibadah kita pada Allah mungkin 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s