Mozaik

Ada masa dimana saya menjalani suatu episode kehidupan dengan percaya diri tanpa memikirkan akibatnya di depan, padahal orang-orang di sekitar saya sudah mencoba memperingatkan untuk lebih berhati-hati atau meninggalkannya jika ragu dan tidak mampu menahan segala resiko. Ketika sudah ‘kena’ akibatnya, bahkan saya belum mampu mencerna setiap hal-hal kecil yang telah terjadi. Kini ketika saya beranjak dewasa, sudah punya banyak pelajaran hidup yang saya ‘lahap’, perlahan saya mampu mengambil pelajaran dari kejadian dulu-dulu. Ada yang saya syukuri, ada yang saya ingin coba lupakan, sebagian ada yang masih terus saya usahakan dan sebagiannya lagi ada yang terus membuntuti hingga sampai saat ini saya masih punya rasa bersalah dan ingin sekali saya perbaiki. Tapi waktu hanyalah waktu. Bulan terus berlalu. Pergantian tahun juga tidak bisa di elakkan. But, most of all…Saya berterima kasih pada kehidupan yang telah memberi saya banyak pelajaran kehidupan yang tidak bisa dibeli sekalipun dengan uang. Saya bersyukur dipertemukan dengan orang-orang yang memberi banyak feedback positif. Saya juga teramat bersyukur dipertemukan dengan orang-orang di masa lalu, jika tanpa mereka saya tidak seperti sekarang. Setiap kejadian, hal-hal kecil, orang-orang, pedih, suka, senang, gelisah, mencintai, sakit hati dan semuanya…saya bisa belajar untuk memaafkan. Terutama memaafkan diri sendiri. Memaafkan segala kekurangan mereka karena saya pun juga tidak sempurna.

Saya tau waktu tidak bisa di ulang, sekalipun saya minta untuk mundur 0.000001 detik kebelakang. Allah sengaja merancang keadaan tidak bisa di ulang agar kita benar-benar memikirkan segala tindakan yang akan terjadi kedepan. Hingga saat ini pun, saya masih belajar menjadi selayaknya seorang hamba kepada Tuhannya, seorang anak, seorang istri untuk suami, menjadi ibu, seorang teman, seorang saudara-kerabat, seorang teman kerja, seorang yang bertemu orang lain random, seorang pengguna jasa layanan publik dan seorang untuk diri saya sendiri. See? Ternyata di kehidupan ini kita punya banyak sekali peran ya. Peran itu harus kita jalani sebaik mungkin menurut versi kita.

Terima kasih ya Allah, atas kehidupan saat ini yang saya jalani. Saya bersyukur di tahun ini saya punya waktu yang lebih banyak untuk diri sendiri. Saya tidak ingin mundur kebelakang. Apa yang terjadi di belakang biarlah menjadi potongan-potongan mozaik pelengkap kehidupan. Belajar, lupakan, bersyukur sebanyak-banyaknya…

Semoga tahun depan saya menjalani berbagai ‘peran’ dengan lebih baik lagi dan lebih optimis, aminn… 🙂

Me Recently ; Terulang lagi!

Mei lalu saya sempet cerita gimana struggle nya saya karena harus bekerja di saat badan drop karena flu dan desember ini flu kembali menyerang. So, this is twice in a year. Tapi saya gak mau mengulang hal yang sama seperti 7 bulan yang lalu, saya harus sehat dan minum obat teratur. Karena ini akhir tahun, kerjaan lagi banyak-banyaknya dan acara keluarga juga berjibun. Belum lagi saya harus mengurus anak dan suami, ngurus rumah, dll. Rasanya kalau sudah drop seperti ini jadi tau betapa pentingnya nikmat sehat dan kalau sudah begini jadi terasaaa sekali sehat itu harganya mahal. Semoga kita diberi kesehatan selalu ya, aminn..

*Jleb!

Di channelnya female daily yang ini, ka affi udah jelasin bahwa gak ada satu produk andalan yang bener-benar bisa menghilangkan komedo. Totally! It’s a combination of a good skincare routine plus menggunakan beberapa produk yang memang dipercaya untuk membantu menghilangkan/mengurangi tampilan komedo. And you have to stick on it untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Terus ya, memang sebenarnya kita gak bisa sih mengharapkan kulit yang muluuusssss banget seperti porcelain, unless you’re 8 years old, hehehe…

Jadi saya bisa ambil kesimpulan bahwa, sekomplit apapun skin concern kita, sekomplit apapun masalah kulit kita, gak akan pernah mendapatkan hasil yang diinginkan kalo kita gak menerapkan skincare routine dan produk yang tepat tentu saja. Wah PR banget ni! Simplenya gini deh, sia-sia kamu pake SK-II yang mahal itu kalo ngebersihin wajah aja belum rutin. *jleb