Me Recently ; Hectic

Halo blog..ini baru punya waktu untuk nulis lagi. Kerjaan di kantor lagi banyak-banyaknya. Mengingat hampir akhir tahun dan tahun 2017 mendatang tepatnya di bulan Mei, dinas kami menjadi tuan rumah untuk event tahunan berskala nasional dan gak tanggung-tanggung bapak presiden kita juga di jadwalkan ke banda aceh untuk membuka acara tersebut, so..saya sebagai salah satu bagian dari dinas ini juga punya andil untuk mempublikasikan seluas-luasnya informasi agar masyarakat aceh, khususnya banda aceh untuk menyambut tamu dari berbagai provinsi di Indonesia. Saya tipe orang yang memilih bekerja kantoran karena rumah bagi saya adalah untuk keluarga. Pantang untuk mengerjakan urusan kantor dirumah. Kalaupun saya harus mengerjakannya, anak dan suami udah harus beres dulu. Minimal anak sudah tidur dulu lah baru bisa pegang laptop.

Suami saya lebih banyak lagi kerjaan dan tanggung jawabnya, FYI..suami saya sedang mengambil magister dan sekarang sudah semester 3. Persiapan untuk tesis juga sedang dikerjakannya. Kadang sampai larut malam tidurnya. Jadi, waktu untuk keluarga mau gak mau juga jadi berkurang. Kami hanya punya waktu jalan-jalan di hari minggu dan 2 minggu kebelakang malahan dirumah terus karena suami masih punya tanggung jawab yang harus ia selesaikan. Yah..apa mau dikata. Semoga setelah semua kesulitan ada kemudahan. Allah mengabulkan doa saya, minggu kemarin kami bisa quality time ke pantai sambal makan siang seusai menghadiri pernikahan kerabat dekat.

Anak saya ghazi juga sudah banyak banget perkembangannya. Setelah kami memutuskan untuk berhenti terapi karena tidak ada perubahan yang signifikan, kami melihat ghazi sudah banyak pandainya. Ia sudah mulai menirukan gerakan juga perkataan yang kami gak nyangka banget, tiba-tiba loh kok udah bisa ya?hihihi..

Oh ya, dua minggu kebelakang ghazi sudah mulai toilet training. Kebetulan sekolah ghazi memang sudah menerapkan toilet training dan guru-guru akan bekerja sama dengan orang tua yang anaknya akan di toilet training-kan. Saya memulainya dengan perlahan sekali. Dan memang gak ber-ekspektasi terlalu jauh ghazi bisa mandiri pee dan pup nya di toilet dengan cepat. Anak manapun juga akan beradaptasi jika diperkenalkan hal yang baru. Sama seperti saya menyapih asi, semua dimulai dengan pelan-pelan dan pelan-pelan juga menunjukkan perubahan. Seperti tadi siang rutinitas saya mengunjungi ghazi di sekolah untuk menyuapinya makan siang, main-main sekalian kangen-kangenan, tiba-tiba ghazi pee sewaktu bermain prosotan. Ia menunjuk kepada saya celananya basah dan ia merasa tidak nyaman. Saya gak marah karena ia pipis di celana, malahan tertawa karena ghazi sudah bisa mengungkapkan ketidaknyamanannya. Untuk saya hal tersebut sebuah kemajuan.

Khusus untuk ghazi, setelah saya dihadapkan dengan banyak hal tentang perkembangannya, saya sadar untuk lebih sabar dalam menstimulasi dan sabar menunggu kejutan lainnya. Mengutip pernyataan salah seorang artis yang anaknya seumuran dengan ghazi, bahwa kadang kita gak bisa memaksakan perkembangan anak, kita harus nunggu si anaknya siap untuk diajarkan apapun, harus liat sikon, mood, dll ke anaknya. They will ‘tell’ us when they are ready.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s