Posted in Parenting, Perempuan, Refleksi

Sejenak Saja

Dulu saya pernah disuruh mengisi kajian untuk anak-anak. Usia mereka kisaran, hmm…usia anak SD lah. Waktu itu materi-nya tentang ibu. Kenapa tentang ibu? Saya juga lupa, entah karena bertepatan hari ibu atau memang sudah agendanya seperti itu. Saja juga bingung harus menyampaikan materi ibu seperti apa. Mulailah saya mengarang indah. Ibu itu begini dan begitu, ibu itu melahirkan kita, jadi kita harus patuh dengannya, bla..bla..bla..

mother-and-sonSetengah jam berdongeng ria, sampai tiba saat saya menyuruh mereka mengambil selembar kertas dan menuliskan tentang ibu. Mereka bingung. Nulis apa? Saya bingung. Nulis apa ya? Akhirnya saya menyuruh mereka nulis tentang ibu itu seperti apa. Namanya juga anak-anak, mereka nulis kalau ibu suka masak, makanannya enak, cerewet, suka bersih-bersih dan..itu saja. Iya itu saja. Selebihnya mereka buntu dan minta segera pulang. Mau main katanya. Karena masih ada waktu setengah jam lagi mengisi kajian, saya putar otak, gimana kalau nulis tentang ayah. Seketika wajah mereka sumringah. Ayah itu main, main dan main. Kalau ibu marah-marah dan bawel, ada ayah. Kalau ibu nyuruh mandi, tinggal merengek pada ayah. Ibu nyuruh tidur, enakan tidur sama ayah. Saya bingung. Kenapa ketika mendefinisikan ayah lebih cepat dari pada ibu? Bukankah seharusnya ibu orang yang paling dekat dengan kita? Lalu kemudian saya balik bertanya pada diri sendiri, waktu mengisi kajian tentang ibu kenapa saya perlu berpikir lama dan bingung mau kasih materi seperti apa? Padahal harusnya kalau seorang ibu itu mudah di definisikan, saya gak perlu berdongeng ria dong..nah lohh?

Continue reading “Sejenak Saja”

Advertisements