Ini Jawabannya!

way to be honest

way to be honest

Banyak yang nanya kenapa aku gak nulis lagi, kenapa aku harus pindah ke ‘rumah’ yang lain, kenapa harus jadi anonim, dan banyak kenapa lainnya. Aku cuma diam sambil senyum-senyum yang hanya aku tau apa maknanya. Keputusanku udah bulat. Udah matang untuk ‘move on‘ dari rumah lama. Mungkin tidak perlu semua orang butuh tau dan mengerti kondisiku saat aku mengambil keputusan itu. Saat aku memutuskan untuk tidak lagi tinggal dirumah lama, saat itu kondisiku lagi labil atau jika boleh dibilang sedikit rapuh. Aku sedang mengerjakan Tugas Akhir sekaligus dihadapi masalah yang pelik yang menyangkut hati dan masa depan dunia akhiratku. Sedikit banyaknya juga berhubungan dengan beberapa orang yang terlibat didalamnya. Aku dan rumahku yang lama seperti angin dan awan. Tidak bisa bercerai. Karena saling membutuhkan satu sama lain, akhirnya ketika aku cerita apapun disana, aku tau disatu sisi aku bisa jujur sama diri sendiri tapi disisi lain aku juga memikirkan bagaimana jika orang-orang yang terlibat dalam hidupku saat itu bisa menterjemahkan dengan baik apa yang kumaksudkan dalam tulisanku. Aku belum siap untuk bertanggung jawab. Akhirnya, aku cuma bermain di comfort zone aja. Aku menjadi setengah dari diriku dengan memanipulasi kata dengan diksi-diksi yang terangkai rapi. Lucunya, seringkali tulisanku disalah artikan. Beban lagi untukku kan? Aku yang berusaha menutupi tiba-tiba harus berusaha menstabilkan keadaan. Seperti itu terus berlarut-larut. Berminggu-minggu. Berbulan-bulan. Bertahun-tahun. Aku lelah. Menjadi diriku yang palsu. Seperti bukan aku yang berada dalam alur. Ku akui bahwa aku sensitif terhadap keadaan sekitarku. Aku bisa menerjemahkan dengan baik bentuk bahasa tersembunyi disekitarku. Karakter ini mengantarkanku pada dua sisi, negatif dan positif. Seperti dua mata pisau. Bisa memudahkan, juga bisa menusuk. Itulah seklumit alasan yang paling mendasar kenapa aku harus pindah dari rumah lama dan menjadi anonim seperti sekarang. So sorry untuk beberapa teman-temanku pembaca setia rumah lama dan selalu menanyakan alamat rumah baru ini. Aku belum terpikir untuk membagi semua kejujuranku disini. Entahkah aku harus berbagi atau tidak, hanyalah masalah waktu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s