Rumah

Sewaktu melihat-lihat properti dirumah ini, aku sadar bahwa ternyata selama ini aku ‘menggelandang’. Punya rumah tidak tahu pulang. Ingin pulang seperti tidak punya rumah. Kata orang, kehidupan itu berada tidak jauh dengan kita. Tempat sehari-hari memulai rutinitas dan mengakhirinya dengan tidur. Kehidupan itu – jika boleh kusederhanakan- bernama rumah. Akhirnya setelah memutuskan akan tinggal dimana dan bersama siapa – nantinya- aku memilih rumah ini, walau dengan properti seadanya dulu. Nanti, aku akan hidup tidak sendiri lagi. Minimal, aku tidak ‘menggelandang’ lagi saat ini 😀

Home sweet home 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s