Posted in Rumah

Me Recently ; Jenuh

Hampir dua minggu kebelakang, saya merasa jenuh ke kantor. Sebenarnya jenuh yang saya rasakan sudah setahun yang lalu. Belakangan, pelan-pelan saya sadar penyebabnya. Ada dua hal, pertama, karena saya merasa tidak berkembang terlalu banyak. Mungkin karena saya bekerja bukan di bidang yang saya gemari. Kedua, karena seseorang. Lebih tepatnya karena seorang perempuan yang duduk di sebelah saya. Pegawai biasa, punya anak lebih dari satu tapi nyinyirnya, Subahanallah. Continue reading “Me Recently ; Jenuh”

Advertisements
Posted in Me Recently, Random, Rumah

Hi, 2018!

2018Saya nulis terakhir 2 bulanan yang lalu deh kayaknya, eh sekarang udah 2018 aja. Masih dalam rangka menyesuaikan penulisan tahun yang masih saja 2017, saya amat bersyukur tahun lalu banyak sekali hal yang saya pelajari dan lalui. Tahun 2018 ini saya gak menargetkan resolusi apa-apa, karena saya sudah menuliskan hal-hal besar setiap kali saya ingat menginginkan sesuatu.

Saya terbiasa mencatat hal-hal kecil dalam note HP. Selain mudah di akses, saya juga selalu bisa membacanya berulang-ulang dan berdoa agar suatu hari nanti pada saat yang tepat Allah akan mengabulkan semua doa-doa saya. Tahun lalu, ada satu doa yang paling saya inginkan dan Allah kabulkan. Saya ingin menuliskannya satu-persatu di sini. Nanti ya. Pelan-pelan menyusul.

Continue reading “Hi, 2018!”

Posted in Ghazi, Life Partner, Parenting, Random

[Latepost] Staycation at The Pade Hotel

Screenshot_2017-08-13-20-25-17“Nginep di hotel yuk!” Tiba-tiba suami bikin kaget saya pagi-pagi.

“Ha?? Tumben…emang ada duit?” Saya bertanya balik.

“Yaa…ada, masih ada sisa bonus kerjaan yang di Sabang 2 bulan lalu” Jawabnya.

“Oke deh, yuk…kapan? Saya excited.

“Sabtu ini” Ternyata suami lebih excited.

“Serius? Ya udah…cus booking!”

Continue reading “[Latepost] Staycation at The Pade Hotel”

Posted in Job, Random, Traveling

Takengon!

20170805_080130
satu-satunya kenang-kenangan di Takengon. Foto Danau Lut Tawar saya jepret dari kaca hotel tempat saya menginap.

Walaupun ke Takengonnya cuma 1 setengah hari dan sempet nginap hanya-dan-hanya 1 malam saja, saya tetap happy kok. Karena Kota Takengon adalah salah satu kota di Aceh yang ingin saya kunjungi, selain Sabang. Empat Agustus 2017 lalu, atas nama SPT (Surat Perintah Tugas) dari kantor, saya dan teman-teman bidang pergi ke Negeri di Atas Awan ini.

Selain Sabang dan Takengon, saya masih ingin pergi ke beberapa daerah di Aceh seperti, Aceh Barat dan Aceh Selatan. Jika di Indonesia, saya ingin ke Bali, Bandung, Yogya, Papua dan…Jakarta. Kenapa Jakarta? Karena saya belum pernah naik pesawat, hahaha…gak nyambung ya alasannya. Biarlah!

Jika Allah mengizinkan, saya juga ingin ke Jepang, Turki, Swiss serta beberapa negara yang lain di Eropa. Bagaimana dengan Mekkah dan Madinah? Tentu saja. Untuk saya, Mekkah dan Madinah itu harus, bukan keinginan. Itu azzam, ibadah rukun ke-5. Naik haji itu harus! Harus punya tekad yang besar, harus punya fisik yang kuat dan tentu saja finansial.

Semoga Allah memberikan saya kesempatan pergi ke tempat-tempat yang saya targetkan sebelum ajal menjemput.

Aminn…

Posted in health, Me Recently, Perempuan

Live Healthier Part. 2

20170821_145416
coba lihat ibu-ibu di sebelah kanan saya? mungkin usianya sekitar 50 tahun

Sebelum saya menikah, berat badan saya 40 kg, malahan bisa kurang dari itu. Padahal saya bukan termasuk orang yang pilih-pilih makanan. Apapun yang enak, pasti di lahap. Terutama cemilan-cemilan ringan, masuk ke mulut tanpa dosa. Saya sempat mengeluhkan berat badan saya yang tidak ada kenaikan signifikan. Karena ternyata sebanyak apapun yang saya makan, tubuh dan berat badan saya tetap tidak naik. Stagnan! Banyak teman-teman yang iri. Makan banyak, makan enak tapi gak gendut-gendut. Lha, justru saya yang iri dengan mereka, saya sangat ingin berat badan saya ideal. Yaa..minimal 45 kg lah!

Continue reading “Live Healthier Part. 2”

Posted in Dream Wish Hope, Traveling

Alhamdulillah – Sabang Part 7-end

uu
Bye Sabang…

Kami beristirahat sejenak. Lelah sekali kebut-kebutan dijalan yang panas dengan membawa pulang mood yang tidak karuan dan membawa anak kecil yang sedang tertidur. Kami berhenti untuk makan buah potong. Saya, suami dan Ghazi duduk di kursi sebuah toko. Menepi sebentar sekedar untuk cari angin. Pelan-pelan saya ingat penjual salak yang mengatakan hanya setengah jam saja sampai ke 0 Km dari balohan. Kenapa si penjual salak itu harus berbohong! Nyatanya kami harus menempuh 2 jam lebih perjalanan pulang-pergi, itupun tidak sampai ke 0 Km. Sungguh jahat sekali! Sudah kami panas-panasan di jalan, Ghazi rewel hingga tertidur, kami juga sudah isi bensin, rasanya saya tidak rela. Lalu suami saya mengatakan, yah namanya juga penjual, akan berbuat apa saja agar dapat untung. Yaa…benar juga sih. Tapi kok saya gak rela ya? sudah beli salak sama dia eh tau-taunya di gituin. Sebel banget kan! Untung salaknya manis. Continue reading “Alhamdulillah – Sabang Part 7-end”